Senin, 05 Mei 2014

Laporan Praktikum Algoritma 2013 (Modul 1. Dasar Pemrograman)

MODUL 1
PENGETAHUAN DASAR PEMROGRAMAN
A.  TUJUAN
a.    Mahasiswa mengetahui dasar – dasar penulisan program komputer
b.    Mahasiswa memahami struktur bahsa C/C++
c.    Mahasiswa dapat mengetahui dan bisa menggunakan tipe data tertentu dalam pembuatan program
d.   Mahasiswa bisa memasukan dan mengambil data dari program

B.  DASAR TEORI
1.    STRUKTUR BAHASA PEMROGRAMAN C/C++
<preprosesor directive>
{
   <statement>;
      <statement>;
}

#include <iostream.h>
#include <conio.h>

void main(){
cout<<"selamat pagi"<<endl;
getch();
}

1.1.  Header File
Adalah berkas yang berisi prototype fungsi. definisi konstanta. dan definisi variable. Fungsi adalah kumpulan code C yang diberi nama dan ketika nama tersebut dipanggil maka kumpulan kode tersebut dijalankan.
Contoh : stdio.h , iostream.h, conio.h, math.h dll.
1.2.  Preprosesor Directive(#include)
Adalah salah satu pengarah prepocessor directive yang tersedia pada C++. Preprocessor selalu dijalankan terlebih dahulu pada saat proses kompilasi terjadi. Bentuk umumnya :
# include<nama_file>

Tidak diakhiri dengan tanda semicolon, karena bentuk tersebut bukanlah suatu bentuk pernyataan, tetapi merupakan prepocessor directive. Baris tersebut menginstrusikan kepada compiler yang menyisipkan file lain dalam hal ini file yang berakhiran .h (file header).
# include <iostream.h>
diperlukan pada program yang melibatkan objek cout
# include <conio.h>
diperlukan bila melibatkan clrscr(),yaitu perintah untuk membersihkan layar.
# include <iomanip.h>
diperlukan bila melibatkan setw() yang bermanfaat untuk mengatur lebar dari suatu tampilan data.
# include <math.h>
diperlukan pada program yang menggunkan operasi sqrt () yang bermanfaat untuk operasi matematika kuadrat.

1.3.  Fungsi main ()
Fungsi ini menjadi awal dan akhir eksekusi program C++. main adalah nama judul fungsi. Melihat bentuk seperti itu dapat kita ambil kesimpulan bahwa batang tubuh program utama berada didalam fungsi main(). Berarti dalam setiap pembuatan program utama, maka dapat dipastikan seorang pemrogram menggunakan minimal sebuah fungsi. Pembahasan lebih lanjut mengenai fungsi akan diterangkan kemudian. Yang sekarang coba ditekankan adalah kita menuliskan program utama kita didalam sebuah fungsi main().

1.4.   Statement
Statement adalah instruksi atau perintah kepada suatu program ketika program itu dieksekusi untuk menjalankan suatu aksi. Setiap statement diakhiri dengan titik-koma (;).

1.5.  Tanda Semicolon
Tanda semicolon; ” digunakan untuk mengakhiri sebuah pernyataan. Setiap pernyataan harus diakhiri dengan sebuah tanda semicolon.

1.6.  Komentar
Komentar tidak pernah dicompile oleh compiler. Dalam C++ terdapat 2 jenis komentar, yaitu:
Jenis 1 : /* Komentar anda diletakkan di dalam ini
Bisa mengapit lebih dari satu baris */
Jenis 2 :// Komentar anda diletakkan disini (hanya bisa perbaris)

2.    Tipe Data C/C++
Pada umumnya, program komputer bekerja dengan memanipulasi objek(data) di dalam memori. Objek(data) yang akan diprogram bermacam-macam jenis atau tipenya misalnya nilai numerik(angka), karakter(huruf), kumpulan karakter, dan lain-lain.
Suatu tipe menyatakan jenis data yang akan dimanipulasi dalam program, gunanya untuk mendefinisikan objek yang akan diprogram. Suatu tipe diacu dari namanya. Nilai-nilai yang dicakup oleh tipe tersebut dinyatakan dalam domain nilai. Tipe data dikelompokkan menjadi tipe dasar dan tipe bentukan.
2.1.  Tipe Dasar
Tipe yang dapat langsung dipakai(angka-angka atau karakter) karena sudah didefinisikan sebelumnya oleh pemeroses bahasa.
2.1.1. Bilangan Bulat
Bilangan yang tidak mengandung pecahan desimal.
Nama Tipe : Integer
Domain Nilai :
Secara teoritis tak terbatas dari -∞ s.d +∞. Pada algoritma dapat dibatasi tergantung kebutuhan untuk objek, misalnya untuk jam [0..23]. Dalam implementasinya pada bahasa pemrograman, tipe integer punya rentang nilai terbatas untuk menghemat memory.
·      Contoh nilai : 300, 0, -1000, 113010038, -24
·      Contoh objek : Nim, Jam, Menit, Detik
2.1.2. Bilangan Riil
Bilangan yang mengandung pecahan desimal
Nama Tipe : Real
Domain Nilai : Secara teoritis tak terbatas dari -∞ s.d +∞.
·      Contoh nilai : 2.8 , -0.39, 4.24 , 57.567, -102.00
·      Contoh objek : Nilai ujian
2.1.3. Bilangan Logika
Nama Tipe : Boolean
Domain Nilai : Benar (True--1) atau Salah (False--0)
Konstanta : True dan False
2.1.4. Karakter
Karakter tunggal yang diapit oleh tanda petik satu.
Nama Tipe : char
Domain Nilai :
Huruf alfabet (’a’..’z’ dan ’A’..’Z’)
Tanda baca (’!’, ’?’ , ’,’ , ’.’)
Angka ’0’ , ’1’ ,..., ’9’
Karakter khas seperti ’#’ , ’&’ , ’%’ , ’@’ , ’*’ , dan lain-lain.
·      Contoh nilai : ’l’ , ’p’ , ’+’ , ’6’, ’A’

Tipe Dasar
Ukuran Memori (byte)
Jangkauan Nilai
Jumlah Digit Presisi
Char
1
-128 hingga +127
-
Int
2
-32768 hingga +32767
-
Long
4
-2.147.438.648 hingga 2.147.438.647
-
Float
4
3,4E-38 hingga 3,4E38
6-7
Double
8
1.7E-308 hingga 1.7E308
15-16
Long double
10
3.4E-4932 hingga 1.1E4932
19

2.2.  Tipe bentukan
Tipe yang dibentuk(dan diberi nama) dari tipe dasar atau dari tipe lain yang sudah dikenal, bahkan dapatt didefinisikan sendiri oleh pemrogram. Macam tipe bentukan :
2.2.1. String (kumpulan karakter) Deretan karakter dengan panjang tertentu
Nama Tipe : String
Domain Nilai : Satu atau lebih karakter yang diapit oleh tanda petik tunggal
·      Contoh nilai : ’Apa kabar’, ’Teknik Informatika’, ’A234’, ’Ramayana’,dan lain-lain.
·      Contoh objek : Nama, Alamat
2.2.2. Tipe Struktur
Suatu tipe data yang merupakan kumpulan dari tipe data lainnya. Struktur terdiri dari data yang disebut field. Field – field tersebut digabungkan menjadi satu tujuan untuk kemudahan dalam operasi.

3.    VARIABLE
Variable adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu nilai tertentu di dalam proses program. Berbeda dengan konstanta yang nilainya selalu tetap, nilai dari suatu variable bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan. Untuk memperoleh nilai dari suatu variable digunakan pernyataan penugasan (assignment statement), yang mempunyai sintaks sebagai berikut :
Nama dari suatu variable dapat ditentukan sendiri oleh pemrogram dengan aturan sebagai berikut :
1.    Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa huruf. Bahasa C ++ bersifat case-sensitive artinya huruf besar dan kecil dianggap berbeda. Jadi antara nim, NIM dan Nim dianggap berbeda.
2.    Tidak boleh mengandung spasi.
3.    Tidak boleh mengandung simbol-simbol khusus, kecuali garis bawah (underscore). Yang termasuk symbol khusus yang tidak diperbolehkan antara lain: $, ?, %, #, !, &, *, (, ), -, +, =, dan sebagainya.
4.    Panjangnya bebas, tetapi hanya 32 karakter pertama yang terpakai.
Contoh penamaan variable yang benar : IM, a, x, nama_mhs, f3098, f4, nilai, budi, dan sebagainya.
Contoh penamaan variable yang salah :%nilai_mahasiswa, 80mahasiswa, rata-rata, ada spasi, penting!, dan sebagainya.

4.    OPERATOR
Operator adalah symbol yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi.
4.1.  Operator Penugasan
Operator Penugasan (assignment operator) dalam bahasa C++ berupa tanda sama dengan (“=”).
Contoh :
nilai = 80;
A = x * y;
Penjelasan :
variable“nilai” diisi dengan 80 dan
variable“A” diisi dengan hasil perkalian antara x dan y.

4.2.  Operator Aritmatika
Operator aritmatika adalah operator yang digunakan untuk pengolahan aritmatika seperti penjumlahan dua bilangan bulat atau penjumlahan dua bilangan pecahan, pengurangan dua bilangan bulat atau pengurangan dua bilangan pecahan, perkalian dua bilangan bulat atau perkalian dua bilangan pecahan, pembagian dua bilangan bulat atau pembagian dua bilangan pecahan, mencari sisa pembagian bilangan bulat (modulo), penambahan nilai variable dengan satu (increment), dan pengurangan nilai variable dengan satu (decrement).

Operator
Deskripsi
Contoh
+
Penjumlahan (add)
m + n
-
Pengurangan (Substract)
m - n
*
Perkalian (Multiply)
m * n
/
Pembagian (Divide)
m  / n
%
Sisa Pembagian Integer (Modulus)
m % n
_
Negasi (Negate)
-m

NB : Operator seperti operator negasi (-) disebut unary operator, karena membutuhkan hanya satu buah operand Operator % (modulus) digunakan untuk mencari sisa pembagian antara dua bilangan. Misalnya : 9 % 2 = 1, 9 % 3 = 0
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
void main(){
int m = 90, n = 50;
cout<<m<<" + "<<n<<" = "<<m+n<<endl;
cout<<m<<" - "<<n<<" = "<<m-n<<endl;
cout<<m<<" * "<<n<<" = "<<m*n<<endl;
cout<<m<<" / "<<n<<" = "<<m/n<<endl;
cout<<m<<" % "<<n<<" = "<<m%n<<endl;
cout<<"-"<<m<<" = "<<-m<<endl;
getch();
}
Karena tipe datanya adalah int, maka 90/50=1, supaya dapat merepresentasikan nilai yang sebenarnya, gunakan tipe data float. Cara lain penulisan dengan menggunakan operator aritmatika :
m = m + n       ↔     m += n
m = m - n       ↔     m -= n
m = m * n       ↔     m *= n
m = m / n      ↔     m /= n
m = m % n       ↔     m %= n
4.3.  Operator Hubungan (perbandingan)
Operator Hubungan digunakan untuk membandingkan hubungan antara dua buah operand (sebuah nilai atau variable). Operator hubungan dalam bahasa C++
Operator
Arti
Contoh
==
Sama dengan (bukan assignment)
x==y
Apakah x sama dengan y
!=
Tidak sama dengan
x!=y
Apakah x tidak sama dengan y
> 
Lebih besar
x>y
Apakah x lebih besar dari y
< 
Lebih kecil
x<y
Apakah x lebih kecil dari y
>=
Lebih besar atau sama dengan
x>=y
Apakah x lebih dari sama dengan y
<=
Lebih kecil atau sama dengan
x<=y
Apakah x kurang dari sama dengan y


#include <iostream.h>
#include <conio.h>
   void main (){
       int m = 6, n = 10;
       if (m == n){
       cout<<m<<"sama dengan"<<n<<endl;
        }
       else if(m != n){
      cout<<m<<"tidak sama dengan"<<n<<endl;
}
      else if(m > n){
            cout<<m<<"lebih besar dari"<<n<<endl;
        }
            else if(m < n)  {
            cout<<m<<"lebih kecil dari"<<n<<endl;
            }
                     getch ();
                     }
    


4.4.  Operator Naik dan Turun ( increment dan decrement )
Operator increment ++
Operator decrement--
Catatan:
untuk operator ++ dan -- adalah salah satu contoh operator yang hanya memerlukan satu operand (unary operator). Operator ++ dan -- akan menyatakan operasi yang berbeda jika operator diletakkan sebelum atau sesudah operand.
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
          void main() {
            int m = 55, n = 77;
            cout<<"m = "<<m<<", n = "<<n<<endl;
            ++m;--n;
            cout<<"m = "<<m<<", n = "<<n<<endl;
            m++;n--;
            cout<<"m = "<<m<<", n = "<<n<<endl;
getch();
}

4.5.  Operator Logika
Operator logika adalah operator yang digunakan untuk membandingkan dua buah nilai logika. Nilai logika adalah nilai benar atau salah. Jika sebelumnya pada operator relasi yang dibandingkan adalah nilai dari data apakah benar (1) ataukah salah (0), maka pada operator logika bisa dikatakan yang dibandingkan adalah logika hasil dari operator relasi.
Operator
Fungsi
Contoh
Hasil
Penjelasan
!
NOT
!(5>4)
0 (salah)
Fungsi NOT digunakan untuk membalik hasil logika.
&&
AND
(3>=3)&&(2 !=(4/2))
0 (salah)
Fungsi AND akan memberikan nilai benar (1) jika kedua nilai logika yang dibandingkan bernilai benar (1).
||
OR
(3>=3)||(2 != (4/2))
1 (benar)
Fungsi OR akan memberikan nilai benar (1) jika salah satu nilai logika yang dibandingkan bernilai benar (1).



A
B
!B
A&&B
Catatan:
1→ True / benar
0→ False / salah
A||B
1
1
0
1
1
1
0
1
0
1
0
1
0
0
1
0
0
1
0
0

#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main() {
printf("%d", ! (5 > 4));
printf("\n%d", (3 >= 3) && (2 != (4/2)));
printf("\n%d",(3 >= 3) || (2 != (4/2)));
getch();
}

4.6.  Operator Bitwise
Operator bitwise digunakan untuk memanipulasi bit-bit dari nilai data yang ada di memory.
Operator
Fungsi
Contoh
Penjelasan
&
AND
A&B
AND bitwise dari A dan B
|
OR
A | B
OR bitwise dari A dan B
^
XOR
A ^ B
XOR bitwise dari A dan B
~
Complement 1
~ A
Mengubah bit 0 menjadi 1,dan sebaliknya
>> 
Shift right
A >> 2
Bit-bit dari A digeser ke kanan sebanyak 2 posisi bit
<< 
Shift left
B << 1
Bit-bit dari B digeser ke kiri sebanyak 1 posisi bit


#include <iostream.h>
#include <conio.h>
void main(){
int m = 78, n = 23;
cout<<m<<" <<2"<<" = "<<(m<<2)<<endl;
cout<<m<<" >>2"<<" = "<<(m>>2)<<endl;
cout<<m<<" & "<<n<<" = "<<(m&n)<<endl;
cout<<m<<" | "<<n<<" = "<<(m|n)<<endl;
cout<<m<<" ^ "<<n<<" = "<<(m^n)<<endl;
cout<<" ~ "<<m<<" = "<<~m<<endl;
getch();
}




C.  PERMASALAHAN
1.    Buatlah program untuk mengkonversikan satuan km kedalam satuan m dan satuan inchi kedalam cm, dimana 1 km = 1000 m dan 1 inchi = 2,54 cm (untuk input-an bilangannya secara statis).

#include <iostream.h>
#include <conio.h>

void main (){
   //a adalah nilai km
   float a = 3;
   //b adalah nilai inchi
   float b = 4;
   float km = 1000;
   float inchi = 2.54;
   float c, d;

   c = a * km;
   d = b * inchi;

   cout<<a<<" km = "<<c<<" m"<<endl;
   cout<<b<< " inchi = "<<d<<" cm"<<endl;

   getch ();
   }















2.    Buatlah program untuk mengkonversikan satuan km kedalam satuan m dan satuan m kedalam satuan cm dengan menggunakan satu variable yang di input-kan secara dinamis dimana 1 km = 1000 m dan 1 m = 100 
#include <iostream.h>
#include <conio.h>

void main (){
   float a, b, c;
   float km = 1000;
   float m = 100;

   cout<<"Masukkan nilai yang akan dikonversikan ";
   cin>>a;
   b = a * km;
   c = b * m;                                   
   cout<<a<<" km = "<<b<<" m"<<endl;
   cout<<b<<" m = "<<c<<" cm"<<endl;
getch();
   }        















D.  ANALISIS DATA
1.    Permasalahan 1
#include <iostream.h>
#include <conio.h>


Penggalan script di atas merupakan file header dari program tersebut. File header mengandung beberapa fungsi atau perintah yang akan digunakan dalam program. File header ini sangat penting, karena beberapa perintah tidak akan dapat dijalankan jika file header yang mendukung perintah tersebut tidak ditulis dalam program. File header ini memiliki ciri berakhiran “.h” dan diarahkan oleh preprocessor dirrective #include sebagai gambaran kepada compilator bahwa beberapa fungsi yang terdapat dalam file header tersebut diikutkan dalam pembuatan program.
File header yang digunakan dalam permasalah tersebut, yaitu:
·       #include <iostream.h>
File header ini diperlukan jika program yang kita buat melibatkan  cout dan cin, dimana dalam program ini cout diartikan sebagai output yang akan ditampilkan setelah program di compile dan cin diartikan sebagai input untuk data yang akan di compile.
·      #include <conio.h>
File header ini diperlukan untuk membaca  perintah getch () yaitu untuk menunda tampilan program (output) langsung tertutup setelah di compile.
void main (){

Penggalan script diatas merupakan fungsi utama yang pertama kali akan dieksekusi.
·      void main() merupakan fungsi utama yang tidak memiliki nilai balik.
·      { merupakan operator penunjuk awal dari fungsi main ()
   //a adalah nilai km
   float a = 3;
   //b adalah nilai inchi
   float b = 4;
   float km = 1000;
   float inchi = 2.54;
   float c, d;
·      





  •   //a adalah niali km
  • //b adalah nilai inchi

Hanya sebagai komentar, tidak akan pernah di-compile oleh compiler.
·      float a = 3 merupakan pendeklarasian variable bertipe float dengan nilai input-an sama dengan 3. float b = 4 merupakan pendeklarasian variable bertipe float dengan nilai input-an sama dengan 4.
·      float km = 1000 merupakan pendeklarasian variable bertipe float dimana variable km bernilai 1000.
·      float inchi = 2.54 merupakan pendeklarasian variable bertipe float dimana variable inchi bernilai 2.54.
·       float c, d merupakan pendeklarasian variable bertipe float. Tipe data float digunakan untuk bilangan decimal dengan rentang nilai 3,4e-38 hingga 3,4e38.
·       ; merupakan tanda semicolon yang terdapat diakhir pernyataan (statement) untuk menyatakan akhir dari statement tersebut dalam program.
   c = a * km;
   d = b * inchi;


Penggalan script merupakan perhitungan konversi dari km ke m dan inchi ke cm.
·       c = a * km; merupakan pendeklarasian variable c dimana nilainya didapat dari perhitungan hasil kali nilai a dengan nilai km.
·       d = b * inchi; merupakan pendeklarasian variable d dimana nilainya didapat dari perhitungan hasil kali nilai b dengan nilai inchi.
   cout<<a<<" km = "<<c<<" m"<<endl;
   cout<<b<< " inchi = "<<d<<" cm"<<endl;
·     

cout<<a<<” km = “<<c<<” m <<endl; untuk menampilkan hasil konversi ke layar bahwa nilai a kilometer sama dengan nilai dari perhitungan c yaitu a * km.
·      cout<<b<<” inchi = “<<d<<” cm <<endl; untuk menampilkan hasil konversi ke layar bahwa nilai b kilometer sama dengan nilai dari perhitungan d yaitu b * inchi.
getch();
   }        


·       getch(); merupakan statement penundaan dimana tampilan program tidak akan langsung tertutup.
·      } merupakan akhir dari sebuah program. 
          Cara kerja program:
Dalam program tersebut input data dilakukan secara statis maksudnya nilai data di-input-kan saat menuliskan kode program. Dalam program diatas variable a diberi nilai 3 dan variable b diberi nilai 4. Saat compile berlangsung, compiler pertama kali akan mengeksekusi fungsi main (), lalu menjalankan statement-statement dalam fungsi tersebut secara sekuensial yang dimulai dengan mendeklarasikan variable-variable dalam program lalu melakukan konversi nilai dimana c = a * km; dan d = b * inchi;. Jika hasil dari pengeksekusian tidak error, maka compiler akan menampilkan hasil konversi pada layar monitor.
2.    Permasalahan 2
#include <iostream.h>
#include <conio.h>


Penggalan script di atas merupakan file header dari program tersebut. File header mengandung beberapa fungsi atau perintah yang akan digunakan dalam program. File header ini sangat penting, karena beberapa perintah tidak akan dapat dijalankan jika file header yang mendukung perintah tersebut tidak ditulis dalam program. File header ini memiliki ciri berakhiran “.h” dan diarahkan oleh preprocessor dirrective #include sebagai gambaran kepada compilator bahwa beberapa fungsi yang terdapat dalam file header tersebut diikutkan dalam pembuatan program.
File header yang digunakan dalam permasalah tersebut, yaitu:
·       #include <iostream.h>
File header ini diperlukan jika program yang kita buat melibatkan  cout dan cin, dimana dalam program ini cout diartikan sebagai output yang akan ditampilkan setelah program di compile dan cin diartikan sebagai input untuk data yang akan di compile.
·       #include <conio.h>
File header ini diperlukan untuk membaca  perintah getch () yaitu untuk tampilan program (output) langsung tertutup setelah di compile.

void main (){

Penggalan script diatas merupakan fungsi utama yang pertama kali akan dieksekusi.
·      void main() merupakan fungsi utama yang tidak memiliki nilai balik.
·       { merupakan operator penunjuk awal dari fungsi main ()
   float a, b, c;
   float km = 1000;
   float m = 100;
·      


float a, b, c, merupakan pendeklarasian variable bertipe float. Tipe data float digunakan untuk bilangan decimal dengan rentang nilai 3,4e-38 hingga 3,4e38.
·      float km = 1000 merupakan pendeklarasian variable bertipe float dimana variable km bernilai 1000.
·      float m = 100 merupakan pendeklarasian variable bertipe float dimana variable m bernilai 100.
·      ; merupakan tanda semicolon yang terdapat diakhir pernyataan (statement) untuk menyatakan akhir dari statement tersebut dalam program.
   cout<<"Masukkan nilai yang akan dikonversikan ";
   cin>>a;
·      cout<<"Masukkan nilai yang akan dikonversikan "; akan menampilkan “Masukkan nilai yang akan dikonversikan “ saat program di-compile.
·      cin>>a; akan menyimpan nilai dari variable a yang sudah di-input.

   b = a * km;
   c = b * m;                                   


Penggalan script merupakan perhitungan konversi dari km ke m dan m ke cm.
·       b = a * km; merupakan pendeklarasian variable b dimana nilainya didapat dari perhitungan hasil kali nilai a dengan nilai km.
·       c = b * m; merupakan pendeklarasian variable c dimana nilainya didapat dari perhitungan hasil kali nilai b dengan nilai m.
   cout<<a<<" km = "<<b<<" m"<<endl;
   cout<<b<<" m = "<<c<<" cm"<<endl;
  
    
·      cout<<a<<” km = “<<b<<” m <<endl; untuk menampilkan hasil konversi ke layar bahwa nilai a kilometer sama dengan nilai dari perhitungan b yaitu a * km.
·      cout<<b<<” m = “<<c<<” cm <<endl; untuk menampilkan hasil konversi ke layar bahwa nilai b kilometer sama dengan nilai dari perhitungan c yaitu b * m.
getch();
   }        


·       getch(); merupakan statement penundaan dimana tampilan program tidak akan langsung tertutup.
·      } merupakan akhir dari sebuah program.



          Cara kerja program:
Dalam program tersebut input data dilakukan secara dinamis maksudnya nilai data di-input-kan saat program dijalankan. Dalam program diatas nilai input ditampung pada variable a. Compiler pertama kali akan mengeksekusi fungsi main (), lalu menjalankan statement-statement dalam fungsi tersebut yang dimulai dengan mendeklarasikan variable-variable dalam program, lalu melakukan konversi nilai dimana b = a * km; dan c = b * m;. Jika hasil dari pengeksekusian tidak error, maka compiler akan menampilkan hasil konversi pada layar monitor.
 




E.  KESIMPULAN
Dalam praktikum Modul 1 Pengetahuan Dasar Pemrograman, dapat disimpulkan bahwa:
1.    Struktur bahasa dalam penulisan program tersebut terdiri dari tiga bagian:
·      File header
Adalah berkas yang berisi prototype fungsi, definisi konstanta dan definisi variable. File header yang digunakan antara lain:
a.    #include <iostream.h> diperlukan jika program yang kita buat melibatkan cout dan cin.
b.    #include <conio.h> diperlukan untuk membaca perintah getch ().
·      Fungsi main ()
Ada dua jenis fungsi utama yang terdapat dalam pemrograman C++, yaitu fungsi int main () dan void main ().
a.    Int main () adalah fungsi utama dari sebuah kode bahasa C. Fungsi ini memberikan nilai balik menurut tipe datanya.
b.    void main () adalah fungsi yang tidak memberikan nilai balik.
·      Statement
Adalah instruksi atau perintah kepada suatu program ketika program itu dieksekusi untuk menjalankan suatu aksi yang diakhiri dengan tanda semicolon (;).
2.    Tipe data menyatakan jenis data yang akan dimanipulasi dalam program. Terdapat beberapa tipe data dasar, diantaranya:
·       Char yaitu tipe data berkarakter tunggal yang memiliki ukuran memori satu byte dengan jangkauan nilai -128 hingga +127.
·       int yaitu tipe data yang tidak mengandung pecahan desimal yang memiliki ukuran memori dua byte dengan rentang nilai -32768 hingga +32768.
·       long yaitu tipe data dengan ukuran memori empat byte dengan rentang nilai -2.147.438.648 hingga 2.147.438.647.
·       float yaitu tipe data yang mengandung pecahan atau bilangan desimal yang memiliki  ukuran memori empat byte dengan jangkauan nilai 3,4e-38 hingga 3,4e38. Tipe data inilah yang digunakan dalam program diatas.
·       double yaitu tipe data yang memiliki ukuran memori delapan byte dengan jangkauan nilai 1.7e-308 hingga 1.7e308.
·       long double yaitu tipe data yang memiliki ukuran memori 10 byte dengan jangkauan nilai 3.4e-4932 hingga 1.1e4932.
3.    Variable adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu nilai tertentu didalam proses program.
4.    Operator adalah simbol yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan suatu operasi atau manipulasi. Operator yang digunakan dalam program tersebut diantaranya:
·      Operator penugasan (Assignment Operator)  berupa tanda sama dengan (“=”).
·      Operator aritmetika adalah operator yang digunakan untuk pengolahan aritmetika. Operator aritmetika antara lain:
a.    Penjumlahan  (add) / ( + )
b.    Pengurangan (substract) / ( - )
c.    Perkalian (multiply) / ( * )
d.   Pembagian (divide) / ( : )



DAFTAR PUSTAKA

Utama, Ditdit N., Widyanti Riya.2005. “Algoritma dan Pemrograman dengan Borland C++”. Graha Ilmu:Yogyakarta.
Anonymous. “Struktur Pemrograman Bahasa C” http://www.kangarif.com/2012/12/struktur-pemrograman-bahasa-c.html: (diakses 17 Desember 2014, 22:00 WITA).

Frieyadie. 2006. “Panduan pemrograman C++”. Penerbit Andi: Yogyakarta.

1 komentar: